Senin, 25 April 2011

gen, dna, dan kromosom


Gen, DNA, dan Kromosom
A.    Gen
Gen adalah unit heriditas suatu organisme hidup. Bentuk fisik dari gen adalah urutan DNA yang menyandi suatu protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Gen dikode dalam material genetik organisme yang dikenal sebagai molekul DNA atau RNA. Ekspresinya dipengaruhi oleh lingkungan internal maupun eksternal, seperti perkembangan fisik atau perilaku dari organisme itu.
Struktur gen :
1.      Domain regulasi inisiasi transkripsi, yang terdiri antara lain: deret GCCACACCC, ATGCAAAT, kotak GC, kotak CCAAT, dan kotak TATA.
2.      Intron.
3.      Ekson.
4.      Domain regulasi akhir transkripsi.
Gen tersusun atas daerah urutan basa nukleotida, baik yang mengkode suatu informasi genetik (coding-gene region as exon) dan juga daerah yang tidak mengkode informasi genetik (non-coding-gene region as intron). Gen diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya melalui suatu proses reproduksi bersama-sama dengan DNA yang membawanya.
Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang dinamakan alel. Ekspresi dari alel dapat serupa, tetapi istilah alel lebih sering digunakan untuk ekspresi gen yang secara fenotipik berbeda.
Pada dasarnya, gen adalah bagian dari kromosom yang semuanya ada dalam DNA. Semua gen terdiri dari DNA namun tidak semua DNA adalah gen.
 

B.    DNA
DNA adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme. Di dalam sel umumnya DNA terletak di dalam inti sel. Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik. Artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme.
DNA merupakan polimer yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu:
1.      Gugus fosfat.
2.      Gula deoksiribosa (gula pentosa, berkarbon lima).
3.      Basa nitrogen, yang terdiri dari:
a.      Adenin (A)
b.      Guanine (G)
c.       Sitosin (C), dan
d.      Timin (T)
Sebuah unit monomer DNA yang terdiri dari ketiga komponen tersebut dinamakan nukleotida, sehingga DNA tergolong sebagai polinukleotida.
DNA terbentuk dari empat tipe nukleotida, yang berikatan secara kovalen membentuk rantai polinukleotida (rantai DNA atau benang DNA) dengan tulang punggung gula-fosfat tempat melekatnya basa-basa. Dua gugus gula terhubung dengan fosfat melalui ikatan fosfodieter antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula dan atom karbon kelima pada gula lainnya.
DNA terdiri atas dua untai yang berpilin membentuk struktur heliks ganda. Dua rantai polinukleotida saling berikatan melalui ikatan hydrogen antara basa-basa nitrogen dari rantai yang berbeda. Semua basa berada di dalam double helix dan tulang punggung gula-fosfat berada dibagian luar.purin selalu berpasangan dengan pirimidin (A-T, G-C). Perpasangan secara komplemen tersebut memungkinkan pasangan basa dikemas dengan susunan yang paling sesuai. Hal ini bisa terjadi bila kedua rantai polinukleotida tersusun secara antiparalel.


C.     Kromosom
Kromosom merupakan struktur di dalam sel berupa deret panjang molekul yang terdiri dari satu molekul DNA dan berbagai protein terkait yang merupakan informasi genetik suatu organisme, seperti molekul kelima jenis histon dan faktor transkripsi yang terdapat pada beberapa deret, dan termasuk gen unsure regulator dan sekuens nukleotida. Kromosom yang berada di dalam nukleus sel eukariota secara khusus disebut kromatin.
Kata kromosom berasal dari bahasa Yunani χρῶμα (chroma, warna) dan σῶμα (soma, tubuh). Kromosom bervariasi antara berbagai organisme. Kromosom adalah molekul yang terdiri dari sebuah untai DNA yang sangat panjang, digulung berkali-kali, dan beberapa protein yang disebut histon yang memegang seluruh struktur bersama-sama.
Gen dikemas dalam bundel yang disebut kromosom. Manusia memiliki 23 pasang kromosom (untuk total 46). Yang salah satunya adalah 1 pasang kromosom seks dan 22 pasang lainnya adalah kromosom autosom.
Kromosom itu struktur makromolekul yang berisi DNA dimana informasi genetik dalam sel disimpan. Kromosom ditemukan pada awal abad ke 19 yang merupakan struktur seperti benang pada nukleus sel eukariot yang nampak pada saat sel mulai membelah. Kromosom berjumlah diploid pada setiap selnya, dan pada autosomal maupun seks-kromosom membawa gen-gen yang berpasangan kecuali pada kromosom-Y.
Setiap kromosom memiliki dua lengan, yang pendek disebut lengan p (dari bahasa Perancis petit yang berarti kecil) dan lengan yang panjang disebut lengan q (q mengikuti p dalam alfabet).


Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar